Thursday, July 18, 2013

Membayangkan Twitter sebagai sebuah Komunitas Bayangan - Wellman dan Takhteyev

Membayangkan Twitter sebagai sebuah Komunitas Bayangan
Anatoly Gruzd, Barry Wellman dan Yuri Takhteyev, American Behavioral Scientist (Ilmuwan Perilaku Amerika) 2011 55: 1294 naskah aslinya diterbitkan secara online pada tanggal 25 Juli 2005 DOI: 10.1177/0002764211409378
Versi online dari artikel ini dapat dilihat di: http://abs.sagepub.com/content/55/10/1294
Internet telah memungkinkan orang – orang yang saling tahu menggunakan media sosial, dari email hingga Facebook, untuk berinteraksi tanpa bertemu secara fisik. Dari berbagai macam media sosial muncullah Twitter (http://twitter.com), ditemukan pada tahun 2006, mendapatkan perhatian publik pada tahun 2007, dan meledak pada tahun 2009-dengan banyaknya perhatian media.  Twitter merupakan sebuah layanan jejaring sosial dan mikroblog yang memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan dan membaca pesan – pesan pendek (sepanjang 140 karakter) yang dikenal dengan istilah “tweets”. Tidak seperti media sosial lainnya, Twitter merupakan pelayanan mikroblog yang asimetris: Jika kau mengikutiku (follow), aku tidak harus mengikutimu. Hal tersebut berarti bahwa hubungan di Twitter tidak tergantung pada hubungan personal, karena banyak pengguna memiliki pengikut (followers) lebih dari yang mereka tahu.
Kami memelajari jaringan Twitter Wellman karena dia merupakan pengguna Twitter yang aktif dan karena dia salah satu penulis artikel ini, sehingga menjadi lebih mudah untuk menginterpretasikan dan memvalidasi jaringan personal yang ditemukan. Sebagai bagian dari studi ini, kami mengumpulkan informasi yang banyak sekali dari Twitter mengenai konektifitas seperti siapa terhubung dengan siapa, siapa membalas pesan siapa, apakah hubungan yang terjadi mutual, tweets mana yang diteruskan, dan sebagainya. Kami menggunakan informasi ini untuk menkaji bentuk baru komunitas ini, dimana kedekatan jarak sepertinya memiliki peran yang sangat kecil.
Dalam komunitas bayangan Anderson, “anggota – anggota dari Negara yang paling kecil pun tidak akan pernah tahu sebagian besar dari sesama warga mereka, tidak akan pernah bertemu dengan mereka, atau bahkan mendengar kabar dari mereka, namun dalam masing – masing benak mereka hidup citra dari komuni mereka”. Sepertinya hal ini lah yang sedang terjadi di Twitter. Pengguna tidak akan pernah tahu semua orang di Twitter, namun mereka sadar akan keberadaan pengguna lainnya, terutama lingkungan sumber – sumber mereka.

Pada saat pengguna masuk ke Twitter, mereka melihat live streaming dari pesan – pesan yang datang dari semua sumber mereka dan ketika pengguna – pengguna tersebut menulis pesan, pesan yang mereka tulis ditujukan pada pembaca yang disasar dari para tweeps yang mengikuti mereka. Dengan demikian, apakah orang tujuan utamanya di Twitter untuk mengikuti orang lain, atau untuk mempromosikan ide – ide mereka atau untuk memberitakan apa yang sedang mereka lakukan (Naaman, Boase, & Lai, 2010), sangat tidak mungkin bagi mereka untuk menggunakan Twitter dan tidak menyadari adanya penduduk lain di ruang virtual ini, seperti halnya konsep komunitas bayangan Anderson.
Kami menggunakan application programming interface (API - Antarmuka Pemrograman Aplikasi) Twitter (API; http://apiwiki.twitter .com) untuk menarik secara otomatis daftar pengikut Barry Wellman dan daftar sumber – sumbernya. Dengan menggunakan API yang sama, kami memasangkan masing – masing pengikut Wellman beserta sumbernya dan kami menetapkan siapa mengikuti siapa. 
Untuk tujuan penelitian ini kami membatasi jaringan personal Wellman di Twitter hanya dengan individu – individu yang memiliki hubungan timbal balik (mutual) dengan Wellman, misalnya mereka yang mengikuti Wellman dan juga diikuti oleh Wellman, dan juga dengan yang sama – sama terhubung dengan paling tidak lebih dari satu orang di jaringan personal Wellman yang juga merupakan mutual follower. Kami memutuskan untuk memberi perhatian pada hubungan timbal balik karena kami ingin menekankan pentingnya hubungan resiprokal sebagai inti dari komunitas, dan secara bersamaan pula menyadari bagaimana hubungan asimetris menghubungkan masyarakat serta memfasilitasi informasi dan dukungan.
Komunitas “bayangan” di Twitter berwajah dua. Komunitas ini pada saat yang bersamaan bersifat kolektif dan personal. Komunitas ini bersifat kolektif dalam artian bahwa semua tweeps merupakan bagian dari himpunan tweeps di seluruh dunia yang paham  norma – norma, bahasa dan struktur pengaturan Twitter. Terlebih lagi, hampir seluruh laman dan pesan tweeps dapat dijangkau–dan karenanya dapat dibaca-kecuali bagi sejumlah kecil laman pribadi yang sebagian dikunci. Namun komunitas Twitter juga bersifat personal karena tweeps membayangkan bahwa mereka sedang mengikuti dan berbicara dengan tweeps yang unik dan dikenal.
Komunitas kolektif Twitter terbentuk disekitar orang – orang terkemuka seperti individu terkenal, selebritas, atau organisasi seperti perusahaan media. Bahkan individu – individu yang kurang terkenal di Twitter dapat memainkan peran orang lokal yang terkemuka di jaringan yang didominasi dengan hubungan timbal balik. Orang – orang terkemuka di jaringan Twitter yang personal acapkali ditandai dengan adanya sentralitas keberantaraan yang tinggi: ukuran analisa jaringan sosial yang mengindikasikan berapa kali seorang individu muncul dalam persimpangan yang paling pendek diantara seluruh pasangan orang yang mungkin di jaringan tersebut. Karena tweeps dengan sentralitas keberantaraan yang tinggi menghubungkan lingkungan sosial yang berbeda, mereka memainkan peran penting dalam pembentukan komunitas dan penyaring informasi di Twitter.
Jaringan Twitter Wellman bersifat nyata dan “bayangan”. Disebut nyata karena para peserta berinteraksi, terutama yang berada dalam hubungan timbal balik. Disebut bayangan karena mereka memiliki kesadaran komunitas, kesadaran komitmen interpersonal. Pemikiran yang terlalu dalam memang, karena sejauh yang kami tahu, Twitter awalnya tidak dirancang sebagai alat untuk mendukung pengembangan komunitas online.
Studi kami atas komunitas Twitter Wellman dapat membantu dalam pengembangan teori pembentukan komunitas online. Studi kami paling tidak menyediakan dua alasan yang mungkin mengapa jaringan online Wellman berkembang sekaligus mempertahankan kesadaran akan komunitas. Pertama, adanya serangkaian komunitas inti yang berinteraksi secara aktif satu sama lain dan berpartisipasi dalam masyarakat dalam jangka waktu yang lama merupakan salah satu kunci sukses pembentukan komunitas online. Individu – individu yang membentuk kelompok inti ini cenderung bergabung dengan komunitas ini karena komunitas ini menjanjikan cara yang mudah untuk mengikuti teman atau rekan kerja mereka.  

Alasan kedua suksesnya komunitas Wellman adalah bahwa komunitas ini terbuka dengan pendatang baru. Keterbukaan ini menjadi mungkin karena metode asinkron Twitter dalam pembentukan hubungan dengan tweeps yang lain. Tweep manapun dapat mulai mengikuti tweep yang lain tanpa mengharuskan tweep yang lain untuk mengikuti mereka. Dalam komunitas ini, tweets dari pendatang baru sering direspon, sehingga mudah bagi mereka untuk saling terhubung. Atmosfer ini dapat dijelaskan sebagian dengan rasa percaya, profesionalisme dan informalitas antar orang – orang dengan hubungan timbal balik (mutuals) yang aktif. 

No comments:

Post a Comment